sepuluh nama calon wapres pendamping joko widodo

Share:
sepuluh nama calon wapres pendamping joko widodo
sepuluh nama calon wapres pendamping joko widodo


- dominolive - Pilpres 2019 semakin dekat,

Presiden Jokowi sebelumnya mengatakan partai politik pendukung hingga kini masih menggodok sejumlah nama cawapres yang layak mendampinginya di Pilpres 2019. Dari 10 nama yang beredar selama ini, sudah mengerucut menjadi lima cawapres.

Hal itu diamini Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi. Dia membeberkan 10 nama calon wakil presiden (cawapres) untuk Jokowi di Pilpres 2019.

"Ke-10 nama sesuai pembicaraan saya dengan Pak Jokowi di Istana Bogor, Selasa kemarin. Dari figur politikus ada Airlangga, Cak Imin (Muhaimin Iskandar) dan nama saya sendiri," kata Romi di Kota Malang, Minggu 15 Juli 2018.

Sementara dari unsur ulama, kata Romi, muncul nama KH Ma'ruf Amin dan Din Syamsudin. Adapun dari figur teknokrat muncul nama Sri Mulyani dan Susi Pudjiastuti. Kemudian dari figur akademisi muncul Mahfud MD, dari figur purnawirawan TNI muncul Moeldoko, dan dari figur pengusaha muncul nama Chairul Tanjung.

"Insyaallah cawapres Pak Jokowi tidak akan keluar dari 10 nama ini. Tentu ini sudah di-share kepada seluruh ketua-ketua umum partai yang saat ini sudah resmi mengusung Pak Jokowi," jelas dia.

Romi juga menegaskan, sejak awal seluruh parpol pengusung Jokowi, termasuk PKB tidak mewajibkan kadernya menjadi cawapres. Seandainya nanti tidak dipilih oleh Jokowi, dia dan PPP tetap akan menghargai serta legowo.

"Kita menghargai menghormati dan legowo. Karena itu adalah kewenangan Pak Jokowi yang nantinya akan menjadi end user dan yang kita butuhkan untuk memenangkan pertarungan 2019 ke depan dan menjaga irama kerja presiden sepanjang lima tahun ke depan," pungkasnya.

Terkait Airlangga Hartarto, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji tetap optimistis Ketua Umumnya masuk dalam kantong Presiden Jokowi untuk menjadi cawapres di Pilpres 2019. Namun, dia mengakui sampai saat ini Jokowi masih mengantongi lebih dari satu nama.

"Insyaallah sampai hari ini nama Pak Airlangga juga masih di kantong Pak Jokowi," kata Sarmuji saat dihubungi di Jakarta, Senin (16/7/2018).

Terkait nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin yang disebut Jokowi masuk kantong kanidat cawapres, Sarmuji tidak begitu yakin. Baginya, Jokowi hanya menjawab sesuai konteks pertanyaan dari wartawan saja.

"Ya tergantung konteks saja. Kalau ditanya tentang Cak Imin ya jawabnya Cak Imin ada di kantong. Menyebut Cak Imin bukan berarti yang lain tidak di kantong," ungkap Sarmuji.

"Itu sekaligus menunjukkan bahwa di kantong Pak Jokowi sekarang tidak hanya satu nama seperti yang dispkeluasikan banyak orang," imbuh dia.

Namun, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang disebut masuk dalam lima calon Wapres mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019 dinilai juga punya peluang besar. Penyebutan Cak Imin dianggap merupakan nama penting yang diprioritaskan Jokowi sebagai cawapres.

"Jokowi punya lima cawapres, dan baru Cak Imin yang disebutkan. Kalau Jokowi tidak yakin dengan Cak Imin, mana mungkin disebutkan di awal?" kata Director for Presidential Studies-DECODE Universitas Gadjah Mada (UGM) Nyarwi Ahmad di Jakarta, Senin (16/07/2018).

Dosen Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UGM ini menuturkan, Cak Imin punya bargaining kuat sebagai pendamping Jokowi. Pertama, politisi berjuluk Panglima Santri itu merupakan kader asli Nahdlatul Ulama (NU).

Ormas ini merupakan pasar politik elektoral yang sangat menentukan dalam Pilpres 2019. Jokowi, menurutnya, memerlukan NU untuk meningkatkan elektoralnya dalam memenangkan Pilpres.

"Kedua, Cak Imin representasi Islam moderat di Indonesia. Tentu ini menjadi nilai tambah untuk menjaring pemilih Islam," lanjut Nyarwi.

Menurut dia, Cak Imin tidak hanya memiliki daya tarik kuat ke kalangan Islam moderat dan tradisional. Namun juga kian potensial untuk menggaet pasar politik Islam perkotaan dan milenial.

"Ketiga, Cak Imin juga sosok pemimpin muda NU yang sudah memiliki track records panjang dalam mengawal narasi politik kebangsaan dan ke-Indonesia-an. Karena itu, kehadirannya sebagai cawapres Jokowi sangat bermanfaat dalam mereduksi gelombang polarisasi politik yang mengancam keutuhan bangsa," ujarnya.

Presiden Jokowi sebelumnya membocorkan satu dari lima cawapres yang sudah dia kantongi, yakni Cak Imin. Pernyataan itu dilontarkan saat presiden meninjau persiapan Asian Games 2018 di Jakabaring Sport Center, Palembang, Sabtu 14 Juli 2018.

"Sudah ada di saku saya. Saya harus ngomong apa adanya, salah satu nama itu Pak Muhaimin Iskandar," kata Jokowi.

sumber : merdeka


dominolive.com agen poker bandar dadu ceme sakong dan q
dominolive.com agen poker bandar dadu ceme sakong dan q

Dapatkan BONUS 20rb dominolive new member utk game sportsbook , casino , togel dan domino
BONUS new member 20rb bisa di pergunakan di semua game

Jadi lah yang PERTAMA , Rasakan sensasi bermain poker live streaming dengan server terbaru .

Dapatkan berbagai bonus dan keuntungan menarik sekarang juga.

Hubungi :
livechat : dominolive
Whataspp : +85516595233

dominolive.com agen poker bandar dadu ceme sakong dan q


No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.